Tuesday, January 8, 2008

emah.....

Emah adalah panggilan cucu2 pada Mi....ibuku....
sudah hampir 60 tahun usia umi tapi masih sangat aktif dengan seabreg kegiatannya.....
emah selalu sehat kalau sedang sibuk dengan organisasi, yayasan dan pesantrennya.....
namun selalu mengeluh sakit jika disibukkan dengan anak-anaknya... haha...
Seingatku.... sewaktu aku kecil dulu emah banyak sekali menghabiskan waktunya di sebuah panti asuhan dimana beliau menjadi ibu pantinya....
Setiap hari setiap saat.... sampai aku gak pernah ingat masa-masa kecil dengan mi,... kecuali dimarahi karena aku buandelll... seingatku yg selalu ngedampingi kami belajar waktu SD adalah Bapak...., yg menemani tidurku adalah bulek... dan yg selalu membantu semua keperluanku adalah pembantu yang terus berganti dari yu tem, yu ni, yu ngat, yu mar sampai siapa lagi banyak yg lupa deh.... tapi emah seperti tenggelam dalam dunianya....
Tapi kami anak2nya dan bapak.... sangat memahaminya..... emah... ibuku memang bukan ibu rumah tangga, dan sangat tidak nyaman dengan peran ibu rumah tangga.
Sekarang puluhan tahun berlalu emah tetap disibukkan dengan kegiatannya yang sangat padat.....bahkan semakin padat semenjak bapak meninggal enam tahun lalu....
Kalo dulu saingan kami dalam menarik perhatian emah adalah anak2 panti maka sekarang saingan kami jauh lebih banyak lagi...
Tapi bukan itu yang masalahnya....yang jadi uneg2ku emah masih saja tetap tidak nyaman menjadi ibu... itu yg menjadi keprihatinanku....
Emah selalu mengkritik keputusanku untuk jadi full time mother.... selalu saja ada komentar menyakitkan untukku... karena dari keempat gadis kecilnya hanya aku yg memilih tinggal di rumah, ketiga saudariku semuanya wanita karir seperti emah.... yang pergi pagi dan sore atau bahkan malam baru ketemu anaknya....
Terus terang aku bukan tidak ingin bekerja.... aku pengen sekali tapi... aku tidak ingin jauh dari anak2ku... aku ingin mengikuti setiap perkembangan yang mereka alami...
Tapi di balik sekap tak acuh emah kepada kami..... aku yakin beliau selalu berdoa untuk kami... seperti kami juga selalu berdoa yang terbaik untuk emah....

4 comments:

Jeng Liz said...

Halo Jeng Maggie :-) Jangan minder tetap percaya diri donk! Banya k loh jeng ibu2 kantoran resign dari zona nyamannya di kantor karena ingin lebih dekat anak2 di rumah dan tetap bisa menghasilkan dari rumah. Bahkan penghasilannya bisa jauh lebih besar dari gajinya di kantor. Ibu pernah baca FEMINA edisi 25 Feb 2008 lalu? Ada topik menarik "Saatnya Bekerja di Rumah". Monggo mampir di blog aku, aku juga membahas tpok itu :-) Semoga bisa membantu menyemangatkan Jeng Maggie yah :-)

Kelwa2n said...

salam kenal juga jeng...aq aja pribadi pingin banget jadi FTM tapi apa daya!!! sabar juga jeng..bener banget yakinlah terus bahwa seacuh-acuhnya ortu kita dilubuk hati terdalamnya pasti sangat mencintai kita dan senantiasa mendoakan kebahagian anak2nya...

btw pasang cbox donk...

Rita Kusuma said...

Salam kenal juga ya bu, banyak lho yang pengen jadi FTM termasuk saya, tapi ya kondisi beluum memungkinkan. Sabar aja ya bu dan tetap doakan kedua orang tua kita.

Luky Ekowati said...

Sabar ya non, wajar kok orang tua berbeda prinsip dg anak-anaknya. Semua individu kan mempunyai prinsip sendiri sendiri di kepalanya. Bahkan memang allah menciptakan manusia ini berbeda beda bukan? berbeda segalanya. Tidak ada individu yang persis sama dalam semuanya.

So jangan sedih untuk dikritik seperti itu, toh apa yang menjadi peran Yani sekarang sangat-sangat mulia loh.

Kalau boleh memilihpun aku lebih interest bisa menghasilkan sesuatu dari rumah, jadi aku bisa menjaga anak-anak dan mendidik mereka langsung. Dilematis sekali rasanya jadi working mom.